Akhir-akhir ini, memori dengan merk Team jarang singgah di lab overclock kami. Meskipun demikian nama Team sudah cukup terkenal sebagai salah satu vendor memori kelas atas, dengan produk unggulannya, Team Xtreem series. Tahun 2012 lalu, kami pernah me-review Team Xtreem LV 2400 CL9 16GB Kit, dan sampai hari ini memori tersebut masih menjadi salah satu kit DDR3-2400 terkencang yang pernah kami uji, berkat penggunaan CAS Latency 9 (kebanyakan RAM DDR3-2400 di pasaran sudah menggunakan CAS Latency 10 atau 11).

Team-Zeus-DDR3-1600_01

Beberapa minggu lalu, lab overclocking JagatReview mendapat penawaran secara spesifik untuk melakukan uji overclock memori Team, yang menyandang nama Team ZEUS series. Kami menerima tawaran tersebut dengan senang hati, karena sudah cukup lama kami tidak menguji memori dari Team. Saat memori tersebut datang ke lab, kami agak terkejut karena Team ZEUS yang datang ke lab kami memiliki rating ‘hanya’ DDR3-1600C9. Umumnya, memori dengan rating seperti demikian dibuat dengan IC dengan overclockability minim.

Team-Zeus-DDR3-1600_02

Zeus, Siap Overclock dengan IC Pilihan

Kami masih bertanya-tanya, apa yang spesial dari memori Team ZEUS DDR3-1600C9 2x4GB ini, hingga Team menyebut memori seri ZEUS sebagai ‘Overclocking Memory Modules’. Saat membaca datasheet yang dibuat oleh Team, kami menjumpai kata-kata berikut ini: “Specially selected IC for outstanding overclocking capability”. Tentunya hal tersebut membuat kami semakin bingung, jika Team Zeus DDR3-1600C9 memang dibuat dengan IC dengan overclockability tinggi, mengapa ratingnya dibuat hanya DDR3-1600? Kebanyakan memori dengan overclockability tinggi yang kami ketahui dirating setidaknya pada DDR3-2133 keatas, dan yang jelas bukan DDR3-1600! Dengan rasa penasaran yang tinggi, kami membawa memori Team ZEUS tersebut ke lab overclocking kami untuk segera mengujinya.

Ruang Lingkup dan Metoda Pengujian

Fokus kami pada pengujian ini adalah menguji seberapa jauh memori Team ZEUS DDR3 bisa dioverclock di sistem kami dan menjalankan benchmark, dan bagaimana hasil overclocking ini berpengaruh kepada performa sistem secara keseluruhan. Pengujian dimulai dengan menguji performa saat keadaan default(spesifikasi sesuai kemasan), lalu pengujian overclock dilangsungkan.

Detail dari jalannya pengujian adalah sebagai berikut:

1) Pengujian overclocking akan dilakukan menggunakan setup aircooling, baik CPU maupun RAM. Extreme cooling sama sekali tidak digunakan disini.

2) RAM akan diuji dengan dua setting DRAM Voltage(VDimm), yakni 1.65V dan 1.75V. Dua setting ini dipilih karena setting tegangan memori seperti ini masih cukup aman untuk digunakan

3) Pada setiap setting voltage, kami akan mencoba mencari beberapa konfigurasi overclock(kombinasi antara timing dan frekuensi RAM) yang masih stabil untuk menjalankan berbagai benchmark dalam pengujian kami. *Definisi ‘stabil’ disini adalah bisa menjalankan semua software pengujian tanpa BSOD/Crash*

Pemilihan Test Platform

Mengingat kami akan menguji kemampuan overclocking dari Team ZEUS 1600, tentunya kami harus memilih platform yang memiliki memory controller berkemampuan tinggi, maka dari itu kami memilih platform Intel Haswell LGA1150. Berikut ini spesifikasi lengkap dari sistem yang kami gunakan:

  • Prosesor: Intel Core i7-4770K “Haswell’
  • Motherboard: Gigabyte Z87X-OC , F8 BIOS
  • RAM: Team ZEUS DDR3-1600, 2x4GB
  • VGA: Galaxy NVIDIA GeForce GT 630 ‘Fish’ Limited Edition
  • SSD: Kingston HyperX 3K 120GB
  • PSU: Corsair AX850W
  • CPU Cooling: Cooler Master Hyper 103

Motherboard Gigabyte Z87X-OC kami pilih karena motherboard ini merupakan salah satu motherboard Z87 yang menawarkan kemampuan tuning memori DDR3 cukup baik(kami pernah menguji kemampuan overclocking memori dari Z87X-OC disini). Kemudian untuk kartu grafis, kami hanya menggunakan sebuah NVIDIA GT 630 karena pengujian kami dititikberatkan pada performa memori dan prosesor.

Berdasarkan pengujian overclocking yang kami lakukan pada TEAM ZEUS DDR3-1600, kami sepakat bahwa klaim Team yang mengatakan bahwa seri ZEUS menggunakan “Specially selected IC for outstanding overclocking capability” ,atau IC khusus untuk overclocking bukan sekadar marketing gimmick! Memori yang dirating ‘hanya’ pada DDR3-1600 CL9 ini bisa melewati berbagai pengujian dengan mudah pada DDR3-2666 CL12, dan bahkan bisa menjalankan beberapa benchmark pada kecepatan DDR3-2800CL12 dan DDR3-2933CL13.

Kecepatan yang dicapai Team ZEUS menyiratkan bahwa tipe IC yang digunakan sepertinya adalah Hynix MFR. Perlu anda ketahui, kebanyakan modul memori yang menggunakan chip Hynix MFR dirating pada kecepatan tinggi(DDR3-2800++) dan dijual dengan harga sangat mahal (Sebuah 2x4GB Kit bisa berharga setidaknya USD 200 atau lebih). Dengan merilis produk ZEUS 1600, nampaknya Team berusaha memberikan sebuah alternatif untuk pengguna yang ingin merasakan memori berkecepatan tinggi dengan harga yang tidak terlampau mahal.

Berbicara mengenai tingkat overclockability maksimum, memori yang kami uji menemukan limit-nya pada sekitar DDR3-3000an (tepatnya DDR-3071). Angka ini memang tidak buruk, namun sayangnya masih belum terlalu bagus untuk competitive overclocker yang ingin memecahkan rekor clock memori tertinggi. Sebagai perbandingan, rata-rata memori high-end dengan rating 2800-2933 saat keadaan stock, mampu mencapai clock setidaknya DDR3-3400 s/d DDR3-3500 dengan pendingin normal(aircooling), sedangkan Team ZEUS hanya berada di kisaran DDR3-3000 hingga DDR3-3100.

Kami berasumsi bahwa limitasi clock ini disebabkan oleh terbatasnya kemampuan IC yang digunakan. Sebenarnya ini cukup masuk akal, kebanyakan memori dengan pencapaian clock tinggi biasanya dijual di rating DDR3-2800 keatas, sehingga RAM-RAM tersebut akan mengalami proses pemilihan IC (screening / binning) yang lebih ketat, namun memori Team ZEUS 1600 memang dirating pada kecepatan rendah(DDR3-1600), sehingga proses parts screening-nya belum seketat memori-memori dengan rating lebih tinggi. Jadi, bisa jadi Team ZEUS kami menemui batasannya karena memang kualitas IC-nya tidak memungkinkan untuk pengoperasian di kecepatan sangat tinggi(DDR3-3000), meski sudah cukup baik untuk bisa berjalan di kisaran DDR3-2666-an.

Tadi kami sempat menyebut soal harga yang terjangkau, bukan? Di saat artikel ini dirilis, Team ZEUS 1600C9 2x4GB kit memiliki harga yang mirip sekali dengan Team Vulcan DDR3-2133CL11. Bagi kebanyakan pengguna, harga memori 8GB Kit lebih dari 1 juta Rupiah sudah termasuk mahal, namun kami merasa bahwa harga tersebut cukup adil jika melihat kemampuan overclocking yang ditawarkan. Kebanyakan memori-memori lain yang memiliki kemampuan overclocking tinggi dari pabrikan(DDR3-2666+) akan memiliki harga yang tinggi, salah satunya karena proses binning IC lebih ketat dan berulang. Team ZEUS memiliki keunggulan dari segi ongkos produksi karena tipe chip RAM yang digunakan sudah cukup mumpuni, meskipun tidak di-bin secara khusus untuk menangani kecepatan sangat tinggi. Ini yang kemungkinan membuat harga memori Team ZEUS tidak melambung tinggi meski menggunakan IC yang ‘overclock-ready‘.

Cocok untuk Power-User/Overclocker

Team-Zeus-DDR3-1600_03

Kami ingin menambahkan bahwa harga yang menarik serta overclockability tinggi tidak lantas membuat Team ZEUS cocok untuk semua pengguna. Team ZEUS akan memberi manfaat maksimal saat berjalan di atas konfigurasi pabrikan, dan ini melibatkan berbagai macam tuning manual pada frekuensi dan juga timing memori. Kami menyadari bahwa tidak semua pengguna siap untuk menangani proses tuning manual seperti ini. Kalau anda berencana membeli memori Team ZEUS 1600 untuk berjalan hanya pada kecepatan XMP-nya(DDR3-1600 CL9), kemampuan tuning dari IC yang dipakai tentunya menjadi mubazir dan tak berguna.

Berikutnya, Team ZEUS sangat optimal ketika berjalan di kisaran kecepatan setidaknya DDR3-2666, dan untuk menjalankan kecepatan tersebut anda harus memiliki platform yang memiliki kontroller memori tangguh, seperti Intel ‘Haswell’, atau setidaknya Intel ‘Ivy Bridge’. Platform AMD seperti AMD Kaveri masih bisa memanfaatkan kemampuan OC Team ZEUS, namun anda harus men-set kecepatan memori di tingkat lebih rendah, seperti DDR3-2400-an kebawah.

Akhir kata, Team ZEUS menawarkan potensi overclocking yang agresif, dikemas dengan harga yang tidak terlalu mahal. Hanya saja, ingat bahwa anda perlu melakukan setting RAM manual untuk memeras semua kemampuannya.

Sumber : JagatReview.com