NVIDIA RTX 5090 Dikabarkan Stop Produksi, Ini Dampaknya!

NVIDIA RTX 5090 Dikabarkan Tak Lagi Diproduksi, Pasar GPU Flagship Terancam Berubah

Foxhoundgroup | Teknologi

Rumor mengenai penghentian produksi NVIDIA GeForce RTX 5090 mulai menjadi perhatian komunitas hardware. Jika informasi tersebut terbukti benar, pasar kartu grafis kelas atas berpotensi menghadapi perubahan pasokan, terutama di tengah tingginya permintaan chip untuk kebutuhan kecerdasan buatan (AI).

Informasi ini diberitakan oleh Tom’s Hardware pada 10 Oktober 2026, berdasarkan laporan kebocoran informasi dari pihak yang mengamati industri kartu grafis. Hingga laporan tersebut diterbitkan, NVIDIA belum mengonfirmasi kabar penghentian produksi tersebut secara resmi.

Chip RTX 5090 Disebut Bakal Dialihkan ke Produk Profesional

Menurut laporan yang beredar, NVIDIA diduga akan menghentikan penyaluran chip grafis GB202 untuk kartu GeForce RTX 5090, termasuk varian RTX 5090D yang ditujukan bagi pasar Tiongkok.

Chip tersebut dikabarkan akan diprioritaskan untuk produk pusat data dan kartu grafis profesional. Langkah ini dinilai masuk akal dari sisi bisnis apabila NVIDIA dapat memperoleh pendapatan yang lebih tinggi melalui produk komputasi AI dan visualisasi profesional dibandingkan kartu grafis konsumen.

Salah satu produk yang menjadi pembanding adalah NVIDIA RTX Pro 5500, yang menurut laporan Tom’s Hardware menggunakan konfigurasi 21.760 CUDA Core, sama dengan RTX 5090. Namun, RTX Pro 5500 dibekali memori GDDR7 berkapasitas 84 GB dan menyasar kebutuhan profesional yang berbeda dari gaming.

Perbedaan tersebut memperlihatkan bahwa chip dengan kelas komputasi tinggi dapat memiliki nilai komersial yang berbeda bergantung pada produk akhir dan target penggunanya.

Meski begitu, alasan pengalihan produksi tersebut masih sebatas dugaan. Belum ada konfirmasi resmi yang membuktikan bahwa NVIDIA mengambil keputusan tersebut karena permintaan AI atau demi meningkatkan margin keuntungan.

Ketersediaan RTX 5090 Bisa Terpengaruh

Apabila pasokan chip untuk RTX 5090 benar-benar dihentikan, dampak terhadap pasar kemungkinan tidak akan langsung terasa secara serentak.

Kartu grafis yang sudah diproduksi masih dapat beredar melalui produsen kartu tambahan, distributor, maupun toko ritel. Dengan demikian, stok yang tersedia saat ini berpotensi tetap dijual selama persediaan masih ada.

Perubahan baru akan semakin terasa apabila pasokan tambahan terus berkurang sementara permintaan konsumen tetap tinggi. Dalam kondisi tersebut, harga jual RTX 5090 berpotensi meningkat, terutama pada wilayah atau toko dengan persediaan terbatas.

Namun, kenaikan harga bukan sesuatu yang bisa dipastikan hanya berdasarkan rumor penghentian produksi. Kondisi persediaan, permintaan aktual, distribusi, serta kebijakan harga masing-masing penjual tetap menjadi faktor penting.

Bagi konsumen di Indonesia, perkembangan harga lokal perlu dipantau secara terpisah karena informasi dari pasar internasional tidak otomatis mencerminkan kondisi distributor dan toko di dalam negeri.

RTX 5080 dengan Memori 24 GB Ikut Menjadi Sorotan

Rumor yang sama juga menyebut kemungkinan hadirnya GeForce RTX 5080 dengan memori 24 GB sebagai model tertinggi dalam jajaran GPU gaming NVIDIA untuk sementara waktu.

Apabila terealisasi, konfigurasi tersebut dapat menjadi alternatif bagi pengguna yang membutuhkan kapasitas memori lebih besar untuk gaming beresolusi tinggi, pembuatan konten, serta sejumlah aplikasi komputasi lokal.

Meski demikian, peningkatan kapasitas VRAM tidak otomatis menjamin performa keseluruhan yang lebih tinggi. Hasil akhirnya tetap bergantung pada arsitektur chip, jumlah unit komputasi, bandwidth memori, konsumsi daya, serta karakteristik beban kerja.

Keberadaan RTX 5080 24 GB juga belum dapat dianggap sebagai produk yang telah diumumkan secara resmi. Informasi mengenai model tersebut masih berada dalam ranah rumor dan perlu menunggu konfirmasi NVIDIA.

Persaingan AI Berpotensi Memengaruhi Pasar GPU Gaming

Perkembangan ini mencerminkan persaingan yang semakin luas di industri GPU. Selain memenuhi kebutuhan gamer dan kreator, produsen chip kini menghadapi permintaan besar dari pusat data, perusahaan teknologi, dan pengembang sistem AI.

Kebutuhan komputasi AI tidak hanya berkaitan dengan kekuatan pemrosesan. Kapasitas memori, bandwidth, konsumsi energi, serta dukungan perangkat lunak turut menentukan nilai suatu produk bagi pelanggan profesional.

Bagi produsen, alokasi kapasitas manufaktur menjadi keputusan strategis ketika beberapa kategori produk membutuhkan sumber daya produksi yang sama. Akan tetapi, belum tersedia bukti yang cukup untuk menyimpulkan bahwa rumor RTX 5090 ini menandai perubahan kebijakan produksi NVIDIA secara menyeluruh.

Jika kabar tersebut kelak dikonfirmasi, dampaknya terhadap pasar perlu dinilai melalui perkembangan stok, harga jual, dan produk pengganti yang benar-benar tersedia.

Konsumen Sebaiknya Menunggu Kepastian

Untuk saat ini, kabar penghentian produksi RTX 5090 sebaiknya diperlakukan sebagai informasi awal, bukan kepastian bahwa kartu grafis tersebut akan segera menghilang dari pasaran.

Calon pembeli perlu memeriksa ketersediaan produk, garansi, harga dari beberapa penjual, dan kebutuhan komputasi sebelum memutuskan pembelian. Membeli secara terburu-buru hanya karena rumor berisiko membuat konsumen membayar lebih mahal tanpa keuntungan yang sepadan.

Perkembangan berikutnya akan bergantung pada konfirmasi NVIDIA dan bukti perubahan pasokan di pasar. Sampai informasi resmi tersedia, klaim mengenai penghentian produksi RTX 5090 maupun kemunculan RTX 5080 24 GB masih perlu diverifikasi.

Sumber:
[Tom’s Hardware — NVIDIA RTX 5090 Reportedly Faces Production Halt] (https://www.tomshardware.com/pc-components/gpus/nvidia-reportedly-halts-geforce-rtx-5090-production-in-favor-of-ai-data-center-and-professional-gpus-impending-supply-drought-expected-to-drive-up-prices-rtx-5080-24gb-rumored-as-new-gaming-flagship), 10 Oktober 2026.

Catatan redaksi:
Artikel ini disusun ulang berdasarkan laporan sumber yang tercantum. Informasi mengenai penghentian produksi RTX 5090 dan RTX 5080 24 GB belum dikonfirmasi secara resmi oleh NVIDIA berdasarkan sumber tersebut.